TURIN – Pada laga pertama pertandingan antara
Juventus-Atletico Madrid, maestero La Vecchia Signora, Andrea Pirlo
tidak dapat bermain akibat cedera. Namun di laga pamungkas kedua tim
yang berlangsung Rabu dini hari nanti (10/11/2014), Pirlo kembali dapat
diturunkan Massimiliano Allegri.
Entrenador Los Colchoneros, Diego “Cholo” Simeone pun mewaspadai regista asal Italia itu dan akan memberi instruksi anak-anak asuhnya untuk menjaganya. Apalagi di laga penyisihan grup A itu, Juve butuh kemenangan untuk merebut tampuk klasemen atau bermain imbang untuk memastikan satu tempat di 16 besar Liga Champions.
“Pertama, ia (Pirlo) pemain fantastis. Kami seharusnya sangat memperhatikannya karena ia pemain dengan mental yang hebat. Ia juga hebat dalam tendangan bebas dan kami akan mengamatinya secara hati-hati,” ujar Simeone mengingatkan seperti dikutip dari Football Italia, Selasa (9/12/2014).
Pengalaman Simeone sebagai pemain yang pernah merumput di Serie A bersama Catania selama enam bulan di tahun 2011, serta membela Inter Milan, Lazio dan Pisa pun membantunya dalam meracik strategi untuk meredam Gianluigi Buffon cs.
“Saya pikir waktu saya di Catania merupakan yang terpenting dalam karier. Saya juga berpikir tim Italia tak akan bermain dengan cara yang sama, dalam pertandingan jika pelatih melihat timnya salah. Mereka akan mengganti sistemnya,” lanjut pelatih berkewarganegaraan Argentina itu.
“Di Spanyol kami jarang mengganti skema, dengan pemain menyiapkan satu atau dua sistem. Di Italia, lebih sulit untuk pelatih dan jelas banyak sisi sepakbola Italia pada diri saya,” pungkasnya.
Entrenador Los Colchoneros, Diego “Cholo” Simeone pun mewaspadai regista asal Italia itu dan akan memberi instruksi anak-anak asuhnya untuk menjaganya. Apalagi di laga penyisihan grup A itu, Juve butuh kemenangan untuk merebut tampuk klasemen atau bermain imbang untuk memastikan satu tempat di 16 besar Liga Champions.
“Pertama, ia (Pirlo) pemain fantastis. Kami seharusnya sangat memperhatikannya karena ia pemain dengan mental yang hebat. Ia juga hebat dalam tendangan bebas dan kami akan mengamatinya secara hati-hati,” ujar Simeone mengingatkan seperti dikutip dari Football Italia, Selasa (9/12/2014).
Pengalaman Simeone sebagai pemain yang pernah merumput di Serie A bersama Catania selama enam bulan di tahun 2011, serta membela Inter Milan, Lazio dan Pisa pun membantunya dalam meracik strategi untuk meredam Gianluigi Buffon cs.
“Saya pikir waktu saya di Catania merupakan yang terpenting dalam karier. Saya juga berpikir tim Italia tak akan bermain dengan cara yang sama, dalam pertandingan jika pelatih melihat timnya salah. Mereka akan mengganti sistemnya,” lanjut pelatih berkewarganegaraan Argentina itu.
“Di Spanyol kami jarang mengganti skema, dengan pemain menyiapkan satu atau dua sistem. Di Italia, lebih sulit untuk pelatih dan jelas banyak sisi sepakbola Italia pada diri saya,” pungkasnya.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !